Category Archives: #365dayspost

Tentang Perubahan dan Perbuahan: Fashion

Standar

Saya mengerti fashion dan seluruh kode-kode etiknya baru dalam beberapa tahun terakhir tepatnya pada pertengahan tahun 2008. Sebelumnya saya sama sekali tidak peduli dan tidak mau mengerti tentang apapun yang berhubungan dengan fashion. Contoh kecil dalam kasus sepatu, sangat sederhana memang, saya pikir semua sepatu sama saja fungsinya, yang penting bisa menutup seluruh bagian telapak kaki dan setelah semua fungsinya terpenuhi : case closed!, saya tak peduli apapun modelnya, akhirnya saya pernah memakai sepatu sport adidas (sepatu saya yang legendaris) bertemu dengan salah satu petinggi pemerintahan para pengungsi di Tibet dengan hanya memakai sepatu sport adidas, waktu itu saya sangat beruntung karena memang birokarasi di tempat itu tidak terlalu ketat, dan teman-teman saya pun tidak banyak menyinggung saya, meski saya yakin pada waktu itu teman-teman saya tidak nyaman dengan gaya fashion saya, tapi saya salut pada mereka, mereka menyerahkan sepenuhnya perubahan itu pada diri saya sendiri.

Sampai pada tahun 2008 kemarin, setelah saya gagal berkali-kali mencoba menangkap serta memikat wanita, yah saya dulunya sangat terobsesi dengan yang satu ini, saya mengenal sebuah perkumpulan para Pria Pencinta Wanita. Di komunitas ini mindset saya berubah tentang wanita, banyak hal yang mulai men-tweak mindset saya dalam berinteraksi dengan wanita, okey baiklah, dalam tulisan saya hanya akan berbagi dari segi fashion saja.

Kenyamanan adalah master key dalam berhubungan dengan wanita, begitu yang saya pelajari dari komunitas itu. Yang paling mengklik saya dalam hal kenyamanan adalah: PENAMPILAN SAYA MENAKUTKAN! , inilah klik yang tidak saya sadari sebelumnya, bagaimana bisa melakukan approach atau pendekatan kalau dari penampilan saja sudah menakutkan? kalau sudah takut sudah pasti jangankan kenyamanan, keamanan pun pasti tidak akan didapatkan.

Fashion tweaking, itulah saya lakukan sejak saat itu sampai saat ini, menjadi diri sendiri memang sangat esensial, dan menjadi apa adanya memang sangat penting, dan meLAKUkan yang terbaik jauh LEBIH BAIK.

*ya kali ini saya memang sedang berbagi cerita, tentang loncatan-loncatan dalam hidup saya.

The Tourist & Random Stuffs

Standar

It seems nothing new in Hollywood movies.

Today I decided to watch that movie, the plot was very poor, and it’s so predictable, however I enjoy seeing the Jolie’s wet lips.

**

And however again I watch this movie all alone in PIM, and no one from my roommate know that I did this secret ritual and I don’t think they will read this blog, mostly they read, yeah as usual watching movie for me kinda escaping from the reality.

***

Wait…may be I should pause now I need to have energy to clean bathroom, it’s my task and my call, no it’s just all about pleasure to know everything clean, tidy and artistic.

****

Ok see you tomorrow sorry for the poor content of this post.Always see you tomorrow.

Nuances: today’s digest, still about myself

Standar

Today turned into its complexity, complexity of my past and complexity of nuance, the first one triggered by my hot call to my dad in the mid day, yes I know it was hard to admit my past mistakes but what made me hurt it was repeated many times by the soft voice of my dad, but I know it was not on the appropriate time to call, however an evening soft call to my mom made me relieved from any feelings and made me happy to know that I meet my promise.

Today I updated on “my facebook status update that switching off your mobile phone is a good leap to help you stay in focus”, indeed it was really helpful for me today, today I was able to finish some works smoothly, and I feel really really relieved after checklisted those works, it made lighter in the evening so far it is the lightest evening I ever had, I feel my head very light, yes it totally works for me switching off mobile phone, because when sms comes it’s so easy to change my mood and easy to make me worry without reason, so overall I’m grateful for what I decided today!

Yes indeed I missed to post an entry yesterday, so it will make the 365days blogpost project stay longer for one day at least, and now it’s getting closer to welcome a group of foreign people that I used to in the group, a group of people that has a project to change the world with their life changing stories: Action for Life 5. So welcome tomorrow, pray that tomorrow will be brighter and lighter leave all fears behind!

Ini masalah saya, bukan masalah sampean, begitulah kira-kira

Standar

Mungkin ini yang namanya writer’s block, hari ini saya merasa nothing to post, oleh karena itu saya mencoba untuk mengkopi paste tulisan yang pernah saya tulis di notes facebook saya, ah demi mengejar target posting dalam #365dayspost, okey baiklah moho dimaafkan. Tapi sebelumnya izinkan saya membuat disclaimer.

[DISCLAIMER: tulisan ini saya kopi paste dari notes saya yang di facebook, jadi isinya sama persis dengan yang di sana]

Cewek itu cakep gak sih? pertanyaan khas seorang lelaki sejati yang sangat ‘visioner’, jawabannya biasanya lelaki yang lain suka menjawab, cakep sih, tapi sayang kakinya gede, cakep sih, rampingan dikit lah, cakep sih, tapi come on agak seksi dikit lahhh, cakep sih, tapi mancungan dikit lahh.

 

Biasanya (sekali lagi, ini masalah saya bukan masalah sampean) lelaki yang menjawab seperti itu adalah lelaki yang gak tegas dan sama sekali gak visioner, lah iya kan lelaki seperti gak bisa membedakan batas jelas antara cakep dan non-cakep, mereka suka bermain di wilayah abu-abu. Menurut saya lelaki sejati hanya memberikan satu garis jawaban: cakep dan tidak cakep, jawaban yang terdengar sangat kejam, menyayat, silet, gergaji, traktor, samurai, mencelurit (eh) atau apapunlah benda tajam lainnya, tapi jawaban itu merupakan jawaban yang jujur dan tegas dan gak menya-menye. Jawaban yang mungkin bikin kaum hawa yang sentimentil dan emosionil segara mempermak habis tampangnya setelah itu, atau bikin kaum yang intelek, pandai, cendikia, pejuang jender akan segera mencak-mencak protes atau bikin long march, atau mengeluarkan sejuta argumen kesetaraan dan kehebatan jenis jender mereka.

 

Tapi bagaimanapun untuk masalah cinta pada cewek, wanita atau perempuan-juga untuk cowok- (DISCLAIMER: semua orang dewasa sudah tahu hal ini saya cuma menuliskannya kembali karena memang cocok dengan template pikiran saya*), pertanyaan dan pernyataan di atas sama sekali kriteria fisikal seperti itu sudah sangat usang, ya semua orang akhirnya kembali pada suatu pernyataan klise yang klasik: “Nobody’s perfect until you love her/him”, tak ada yang sempurna kecuali sampean mencintainya dalam ketidaksempurnaannya yang sempurna (embulet ini),nahhh variabel jawabannya adalah:

 

1. T: cewek sampean cakep? J: Ya, cewek saya cakep 🙂 , dan saya mencintainya 🙂

2. T: cewek sampean cakep? J: Gak, cewek saya gak cakep :D, tapi saya mencintainya sepenuh hati 🙂

 

Nah untuk masalah cakep dan tidak (DISCLAIMER: semua orang dewasa sudah tahu hal ini saya cuma menuliskannya kembali karena memang cocok dengan template pikiran saya*) tentu saja semua sangat relatif dan judgmental, nah dari titik ini saya ingin berbagi sesuatu, entah kenapa media sosial, dalam hal ini facebook juga menambahkan nilai dalam menilai sesuatu yang sangat relatif ini, suatu ketika saya bertemu dengan seseorang yang saya lihat pertama kali cakep (setidaknya begitulah penilaian fisikal nan dangkal saya), percakapan pun mengalir bak aliran sungai musi, mahakam atau sungai yang terus mengalir di negeri ini, percakapan yang cerdas,kritis, intelek, beda atau apapunlah namanya, kami pun bertukar nomor telpon, akun fesbuk dan apapun yang dapat menghubungkan kami kembali suatu saat nanti (eh), hari demi hari berlalu sayapun meng-add dia sebagai teman saya di facebook, dan dia pun approve, masuklah saya dalam daftarnya, dan saya pun mengecek profil dan statusnya, eh entah kenapa hari demi hari saya merasa ilfil ketika (saat) membaca status update-nya tiap hari, akhirnya saya berkesimpulan: saya ilfil ama dia, dan ada sebuah kesimpulan aneh yang saya miliki, yaitu saya mudah ilfil bahkan pada cewek cakep (dalam kesimpulan fisikal-dangkal saya) yang statusnya selalu update di facebook. Begitulah dan begitulah, sekali lagi ini masalah saya bukan masalah sampean teman.

 

Selamat berhari Sabtu!

 

*eh jadi saya orang biasa-biasa saja ya?

** mohon maaf kalau yang ini sedikit menyelekit atau bikin gak enak, karena sekali lagi ini masalah saya bukan masalah sampean, begitulah kira-kira, mohon dimaafkan kiranya. Amin

Happy Eleven wish you a Winning Eleven: 2011!

Standar

That’s my new year’s greeting tag line, I use it to greet my friends, in my facebook and twitter status update.

In the last two years I welcomed new year’s eve in a grieving mood, in 2009’s new year’s eve, it was my turning point in understanding woman, I failed to transform a friendship into girlfriendship relationship, I cried just like a coward, and it was my first time ridiculously sending flower to a woman, however soon after that I learn a lot about woman, I thrown some bucks to attend a workshop on how to understand a woman, it helps me a lot in understanding women and how to deal with them.

In 2010’s new year’s eve, indeed I grieved again, one of the most influential figure in this country, a father of one of my bestfriends past away, and at that time I was not with her to support her. 2010 just like a wave and storm coming to my life, it challenged me a lot, it’s so scary, however let list the challenges: first my biological father past away, indeed I prayed for him, however he’s just like a common person to me, I don’t know him a lot, many issues from my unknown past seemed resurrected at that time and it deeply shook me inside, and up to now I still don’t understand how to be a good family man, second I was dropped out from the university (#nomention)that I’ve been studying for more than 9 years, after series of struggling times in the last minute of my deadline finally yes I was dropped out, I know I did a mistake but the university staff did abusive action, it seems that it gets closer that somehow I will have a common experience with uncle Steve Jobs (adopted and dropped out from the university) ha ha ha, however this dropped out case made decreased my self-confidence a lot, up to now I’m still struggling to revamp my self-confidence, and if people ask me what do I do: the quickest answers that I can give to them: I’m a social worker working with Initiatives of Change Indonesia and I am also a freelance translator. And last but not least, the third, that zebra mosquito bite my skin, and I was hospitalised for the first time in these recent years, it was like a horror being in a hospital, however what I’m grateful from this experience is the enormous support from the friend around, this experience showed me who are the real friend for me; I feel so blessed by a massive support from friends and relatives.

What about this year of eleven’s new years’ eve? let me list then, yes our Indonesian national eleven won the last game of the AFF Suzuki Cup however they’re still not able to win the championship due to the lost aggregate 4-2 to the Malaysian team, in some senses, it’s good though since it shook the arrogant chairman of our football association and it tells us that as a nation we’re still not deserved to win the game, however the last won game did work as the solace to our national football team’s fans.

And in the last day of 2010 I decided going nowhere, I preferred to stay at home and to have a solitude new year’s eve celebration, my feeling was like a flat pan before my landlord invited me and my friends to have bawal fish barbeque party in his garden, and this is the pattern of this new year’s celebration quiet period-barbeque-and -cliche- fireworks. And it’s time to review and plan new life strategy! Happy New Years All!

Note:
*the uncle google google has been deleted my http://www.wazeen.blogspot.com, that’s why I post an english entry in this blog, from now on I will use this blog to blog either in Bahasa Indonesia or English.