Negeri Kipas Besar

Standar




Namanya Marielle Jantina Elizabeth Hoekstra, gadis pirang Belanda yang selalu tampil modis, dan tentu saja setiap berada di samping saya selalu menghirup udara segar yang berasal dari aroma parfum yang seakan tak pernah sedetikpun lekang dari gadis itu. Marielle, begitu dia biasa diapanggil, saya mengenalnya selama saya mengikuti program pelatihan kepemimpinan selama 9 bulan yang dimulai di India dan negara-negara Asia timur, namanya Action for Life 3.

Marielle sangat antusias untuk share dengan saya, terutama karena latar belakang saya yang berasal dari Indonesia, yang membuat Marielle begitu antusias adalah karena kakeknya pernah ditugaskan di Indonesia di tahun 40-an, dia begitu bersemangat menanyakan bagaimana perasaan orang-orang Indonesia terhadap orang-orang Belanda pada saat ini, saya menjelaskan padanya kebanyakan bangsa sudah healed dengan apa yang terjadi di masa-masa awal kemerdekaan itu. Oiya dia juga bertanya pada saya, apakah saya pernah berkunjung ke Museum Linggarjati? dia berkata pada saya, tempat itu sangat bersejarah dan kami berdua cukup mengenal orang-orang yang pernah tinggal di tempat itu, yaitu ibu Joty ter-kulve-Van Os, sayangnya sampai saat ini saya masih belum memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Museum bersejarah itu.

Bagi saya museum Linggarjati itu adalah salah satu tonggak baru, dan babak baru dimulainya inisiatif untuk membuat sebuah masa depan yang lebih baik antar kedua negara, dan sebuah pesan kepada dunia bahwa konflik apapun dapat diselesaikan dengan perdamaian.

Saya pun melanjutkan perbincangan saya dengan Marielle, dia cukup talkative waktu itu, tapi kali ini saya bilang kalau kali ini giliran saya bertanya, saya pun diam sejenak, entah kenapa saya di waktu itu kehilangan kosa kata bahasa Inggris saya, secara spontan saya pun berkata pada Marielle, ” by the way,  how does actually that Big Fan work? I know that your contry is so popular with that invention”, Marielle pun kebingungan dengan kalimat “Big Fan” itu, lalu saya menjelaskannya kembali dengan bahasa isyarat, akhirnya dia mengerti maksud saya dengan sembari tertawa lepas, “aha that windmill!”. Dan dengan aksen Belandanya yang sangat khas dia menceritakan panjang lebar tentang bagaimana salah satu inovasi hijau itu bekerja.

Memang setiap kali disebutkan kata Belanda, asosiasi pertama yang muncul di benak orang, adalah kincir angin, hemat saya ini adalah salah satu penemuan hijau pertama yang lahir di era industri, kehadiran penemuan menghadirkan pemanfaatan energi alternatif yang mungkin pada saat awal penemuannya sama sekali belum dilirik orang.

Bagi saya kincir angin di Belanda adalah sebuah simbol yang seolah berkata bahwa bangsa itu sangat concern dengan pelestarian bumi, hal ini ditunjang dengan kebijakan dan komitmen pemerintah Belanda untuk mengurangi emisi karbon dengan melakukan terobosan untuk dengan menghadirkan pajak hijau (green tax), dan dalam hal ini Belanda menjadi negara pertama di Eropa yang memberlakukan green tax tersebut.

Komitmen hijau itu semakin terejawantahkan dengan ketersediaan jalur khusus untuk sepeda, menurut Kak Musthafa, salah satu famili saya yang pernah menempuh studinya di Utrecht University, hampir di setiap sudut kota lengkap dengan rambu-rambu lalu lintasnya. Jalur khusus ini dapat ditemukan hampir di setiap sudut kota, mulai dari kota sekelas Amsterdam hingga kota kecil seperti Zeist, jalur khusus untuk sepeda ini dapat dijumpai. Dan apresiasi masyarakat Belanda terhadap para pengguna sepeda juga sangat besar karena pengguna kendaraan bermotor biasanya mengalah, sama halnya juga kepada pejalan kaki. Kebijakan jalur khusus sepeda ini juga ditunjang dengan fasilitas yang sangat memadai, tempat parkir khusus untuk sepeda hampir dapat dijumpai di mana-mana, bahkan di kereta api pun ada fasilitas khusus untuk yang membawa sepeda. Serta peta-peta yang tersedia juga banyak yang mencatumkan jalur khusus untuk sepeda. Hemat saya, Belanda sangat layak menjadi percontohan bagi kota-kota di Indonesia yang belakangan ini menghadirkan wacana pembuatan jalur khusus untuk sepeda.

Tak hanya itu cerita tentang pengembangan teknologi hijau terus berlanjut, ini dilanjutkan dengan inovasi yang dilakukan oleh tim Nuna, tim yang terdiri dari para mahasiswa Delft University of Technology ini menciptakan mobil tenaga surya yang mumpuni, Nuna. hal ini terbukti dengan keberhasilan mobil ini menjuarai kejuaraan balapan mobil tenaga surya di medan ganas di Australia sebanyak tiga kali, dari Darwin hingga Adelaide, saya yakin ini adalah prototipe mobil balapan masa depan yang ramah lingkungan.

Saya yakin masa depan bumi kita dan generasi yang akan datang akan sangat tergantung pada sikap, pilihan dan kebijksanaan kita semua saat ini, salah satu usahanya adalah dengan senantiasa menciptakan teknologi hijau yang dapat menunjang keberlangsungan umat manusia, sebagaimana yang telah dikembangkan oleh negeri para meneer dan meisje ini, negeri yang punya Kincir Angin, eh Kipas Besar, bagi saya itu tetap kipas besar, karena dari situlah ide-ide inovasi hijau terus berdesir ke setiap penjuru mata angin di berbagai belahan bumi.

Lalu Marielle pun bertanya pada saya kapan mau ke Belanda? Senyum nya yang khas pun mengembang dan parfumnya yang mewangi menyerbak. Ah Marielle…

Gambar diambil dari sini:

1.http://www.flickr.com/photos/nuonsolarteam/4055381400/

2.http://www.flickr.com/photos/nuonsolarteam/4054640039/

13 responses »

  1. kirain mau cerita apa? ee trnyata cerita tentang penghijauan dan pengurangan polusi di belanda. ingat belanda, jadi ingat wysle snaidjer yang semalem ikut menyumbang gol untuk kemenangan inter milan atas barcelona… ha ha ha

    • yup selain mengagas ide-ide hijau, Belanda juga dikenal sebagai akademi sekolah sepak bola yang paling handal, banyak sekali pemain-pemain besar yang lahir di akademi sepakbola di Belanda.😉

  2. dear wazeen,,,

    waw,, aku diminta koment???
    jangan marah ya, kalo komennya pedes….

    aku awam untuk masalah blog, tapi kalo dari ide cerita menarik,,
    hanya saja rangkaian kata dan kalimanya terlalu biasa, tidak menunjukan kamu seperti penulis handal…

    padahal kalo ide ceritanya, bisa diceritakan lebih komunikatif ceritanya akan lebih luar biasa, pembaca akan merasa ada dalam suasana hati dan moment penulis (AFL).

    banyak kata2 yang di ulang…berputar2,,jadi bingung nie bacanya
    tapi mungkin juga komen saya tidak objektif, karena aku terpengaruhi gaya ayu utami, dee, dan andrea hirata, paulo cuelho???

    aku tau kamu pasti bisa bikin tulisan lebih dahsyat dari pada ini,, kamu belum memaksimalkan kemampuan kamu aja…

    selamat bekerja keras…

  3. Emm…. Great writings… hehhe
    keep it up bro.. tp kayaknya kuras dirangkai kata2nya…
    kalo aq ga salah denger,,, salah satu gitaris padi bilang,, “saya bikin kata2nya agak hyperbola biar terasa kata2nya lebih mantab diserap orang banyak” hehhehe yah kalo di b.arab namanya balaghah… dengan cerita2 yg indah, menarik, bahasa yg indah dan simple jadi enak dimengerti…

    pake lucu2nya jg lebih menarik.. hehhehe

  4. ide cerita yang menarik dari pengalaman pribadi yang dikolaborasikan dengan pesan yang penuh harapan,
    saya senang dengan percakapan dan kata “Big Fan” tadi sungguh menggelitik pada awalnya tapi ini adalah selling point dari ide cerita ini.

  5. Bicara Linggarjati, jadi ingat bahwa di Belanda sebenarnya banyak hal yang bisa digali terkait sejarah Indonesia. Ada Museum Multatuli, dll, KITLV, dan lain-lain.

    Oya, ada juga Windmill Museum di Leiden. Sayang ketika ke sana sudah mau tutup, sehingga kurang bisa mengeksplorasi dan hanya foto-foto doang🙂

    Semoga Wazeen bisa mengeksplorasinya nanti secara langsung. Juga hal-hal inovatif lainnya. Yang jelas, ke Belanda ga usah bawa kipas ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s