Kota yang hening sejenak

Standar

Persis! kota ini terlihat begitu indah ketika mengosong, ketika para penghuninya mulai menyerentak keluar dari dalamnya.

Lalu lintas busway yang melaju kencang di jalanan lengang, motor yang melaju begitu kencang di jalanan terbuka, ibu-ibu tua berkerudung penduduk pribumi yang mengomel di jalanan dan langit yang seolah terbuka lebar untuk sejuta harapan dan rencana.

Kebisingan itu seolah beranjak pergi untuk sementara, membiarkan kota ini untuk mengheningkan cipta sejenak, bercanda dan membelai mesra dengan para penduduk lokal yang telah lama ia abaikan.

Di hari yang suci itu, kota yang angkuh itu terdengar seolah berkata aku milikmu di hari ini! tapi tidak di hari yang lain, dan ia pun di hari itu seolah bersolek dengan hening, membuka jalan, membuka setiap jendela yang telah lama ia tutup dengan bising asap. Segar. Hening. Senyap dan Takbir!

Dan lagu Kina Grannis yang sekar-sekar basah melengung di telinga lelaki itu, “Stay Just a Little”.

8 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s