Merantau dan Pencak Silat

Standar

Dulu saya lebih memilih untuk belajar Karate, alasannya simpel dan gak repot, keren, kesan saya keren ketika melihat aktor-aktor laga beladiri tersebut memainkan jurus-jurusnya, plus ketika aktor yang bersangkutan sedikit mengeluarkan darah, atau sedikit teriris dibagian mukanya, ah kelihatannya keren banget, dan jurus-jurus Karate yang begitu esensialis, simpel dan terarah.Merantau

Lalu belajarlah saya Karate aliran inkai, sampai sabuk kuning dan setelah itu, perlahan saya memilih aktifitas lain sehubungan dengan perpindahan saya untuk kuliah di Ciputat, dan saya hanya sampai yellow belt saja.

Hey dulu sewaktu saya masih di pesantren ada tiga aliran beladiri diajarkan sebagai kegiatan ekskul, Perisai Putih, Walet Hitam dan Karate Inkai, namun tetep yang menjadi pilihan saya tetap Karate, alasannya disamping dalam beberapa hal saya sudah ter-internasionalđŸ˜‰ sejak dini, juga menurut saya dulu gerakan-gerakan yang ada di pencak silat sama sekali tidak menarik dan tidak keren; gerakan yang mendayu-dayu, lembek, muter-muter dan tidak to the point dan di samping itu gerakan Barry Prima atau pun Midun sama sekali tidak membuat saya terkesan kalah jauh dari aksi JC van Damme atau pun dramatiknya gerakan Paddy dalam komik Ashura ciptaan Masatoshi Kawahara.

Okelah itu dulu, entah kenapa barusan tangan saya ngaceng-ngaceng sepanjang jalan membentuk cakar tanpa mempedulikan orang-orang yang melihat kegantengan saya sepanjang jalan, saya terus mengacengkan tangan saya membentuk cakar harimau; yeah a movie effect, semuanya dari berasal dari Merantau!

Merantau; hasrat saya menonton film garapan sutradara Inggris ini berawal dari sebuah tret di milis anak muda Jakarta yang cool itu, dan karena saya yakin mereka termasuk jajaran orang keren maka timbullah hasrat saya untuk menonton film itu, satu kunci yang membuat saya pengen: saya bisa bilang film ini adalah salah satu trendsetter film action Indonesia, atau pemicu kebangkitan film action Indonesia pasca era Barry Prima.

Sensasi yang paling kuat ketika saya menonton film ini adalah speed nya yang meluncur begitu cepat dari awal hingga akhir, menonton film ini serasa menaiki sebuah kereta cepat atau melihat meteor.

Alur yang meteorik ini digambarkan dalam aksi pencak silat cakar Harimau yang begitu padat dari awal hingga akhir film, mata kita akan dipuaskan dengan aksi-aksi itu, tapi aksi-aksi silat yang menawan itu kurang dibagi porsinya dengan percakapan dramatik dari para pemainnya, alur nya begitu lurus dan cepat.

Akting pemain-pemain senior di film ini, seperti Christine Hakim tak perlu lagi diragukan, tapi kemampuan meraka seakan kurang sreg dengan aksi aktor-aktor pendatang baru.

Tapi overall, kemampuan para aktor pendatang baru itu dan kisah yang begitu heroik, tertutupi dengan baik dengan aksi akrobatik gerakan silat Cakar Harimau itu, juga dengan darah tipis di pelipis aktris tokoh Astrid – yang diperankan oleh Sisca Jessica, yang membuat saya bertanya2 sepanjang film apakah dia adalah saudaranya Agnes Monica-

Dan saya bisa bilang film ini dapet 3.5 bintang, dan prediksi saya film ini akan menjadi trendsetter film action Indonesia berikutnya, dan saya berharpa banyak anak-anak lain di berbagai belahan bumi mulai mengaceng-ngacengkan tangannya membentuk cakar Harimau, dan mereka akan berkata: ini Pencak Silat dari Indonesia!

2 responses »

  1. dari segi martial art emang keren dan itu yg mau ditunjukkan sutradaranya yg kebetulan memang kagum dgn pencak silat. tapi dari segi artistik pelem, ga bagus IMHO

  2. Saya bangga dengan film Merantau.
    Action-nya oke banget, mirip dengan gaya film Ong Bahk dari Thailand.
    Sayangnya, kenapa harus orang bule yang bikin film seperti ini?
    Ke mana sineas tanah air kita?
    Apakah masih ada yang peduli dengan budaya lokal?
    Jangan cuma bisa bikin film horor dan cinta melulu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s