Menonton Filem

Standar

Jujur akhir-akhir ini saya banyak sekali melahap filem-filem, nikmat saja rasanya! dan sensanya serasa ngefly gitu habis nonton, dalam seminggu bisa jadi 3 film saya tonton sekaligus.

Ada sensasi aneh setiap kali masuk ke ruangan bioskop entah itu 21 atau Blitzmegaplex, sebuah sensasi bebas! Dan saya bagaikan burung yang lepas memasuki ruangan teater. Eh iya saya sudah berhasil menghilangkan fobia aneh saya yang dulunya selalu berkata: it’s pity if you come to the cinema alone!, yeah indeed memang jalan bersama pasangan atau teman-teman banyak lebih enak, however nonton bioskop sendirian it’s not a crime man!

Jujur dulu sewaktu masih kecil (apanya yang kecil?} saya susah sekali nonton bioskop, yahh berhadapan dengan birokrasi budaya tradisional pesantren yang sudah menstigma bioskop adalah tempat buat anak muda yang berpasangan untuk grepek-grepek dan yang sejenisnya, apa mungkin di era sembilan puluhan itu filmnya kebanyakan film grepek2? ah entahlah yang jelas setahu saya billboard gedung bioskop di kota Sumenep di tahun-tahun itu selalu bertuliskan: Gairah Malam, Tak Tahan Banting, Susuk Nyi Roro Kidul, Gairah Terlarang dan lain sebagainya. Apa iya ini alasan para masyayikh dan kiyai melabeli bioskop seperti itu?

Saya ndak tahu, yang jelas label yang mereka berikan pasti untuk kemashlahatan ummat untuk saat itu, meski saat itu sempat membuat saya stres berat gara-gara tak diberi izin oleh Aba untuk nonton bioskop. Baidewei apakah stigma itu sampai sekarang masih berlaku? ah entahlah, yang jelas dateng ke bioskop itu nggak dosa kok! asal kita tahu grip-nya, memang sih saya witnessing beberapa yang grepek-grepek dan yang sejenisnya, tapi bagaimanapun juga itu tetap tergantung kualitas filem yang ditonton!!!, kalau memang filemnya berkualitas saya yakin meski filem nasional pasti penontonnya juga serius nontonnya.

Terus bagaimana ya reaksi orang-orang di pesantren menyambut filem-filem yang bertemakan Islam dan pesantren yang sempat muncul belakangan ini? Katakanlah Ayat-ayat Cinta, 3 Doa 3 Cinta (Nyesel saya nonto filem ini! it’s suck!), Perempuan Berkalung Sorban, dan yang mau rilis Ketika Cinta Bertasbih, btw gimana ya reaksi mereka?

However, habis nonton filem itu kepala saya serasa dimasuki sesuatu yang aneh, susah menggambarkannya saya, kurang lebih seperti habis buang hajat lalu minum satu botol teh botol, waaah which is….I can’t describe it man!!!

[yuuhuu I’ve just watched Angels and Demons @ Citos, it’s so cool 3.5 stars from 5, it took 138 mins, but I had no food with me I was starving and ALONE! meanwhile Plaza semanggi is so far from ciputat and they are there]

4 responses »

  1. aku juga (kembali) keranjingan nonton, gara2 otak cepet lelah sih…jadi butuh suasana rileks, eh pas nonton malah mikir lagi itu film mau kirim pesen apa hahaha

    • suasana di dalam bioskop memang memberikan suatu klik tersendiri, pernah suatu saat saya kebelet banget nonton dan kebetulan tak ada filem recommended yang bisa ditonton akhirnya saya terpaksa ngejunk nonton filem-filem cinta itu๐Ÿ˜‰

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s