Tante

Standar

Iseng-iseng saya jalan-jalan ngecek ke blog dagdigdug saya, lalu ngliat foto blogger terpilih yang mirip-mirip gaya khas tika banget yang menutup mulutnya dengan tangannya, lalu membacalah saya postingan itu, ya itu dia, blogger terpilihnya namanya Silly, satu hal yang menarik perhatian saya tulisan ini

Panggil saja dia Silly, tanpa embel-embel Tante bila Anda tak mau dipentung olehnya.

Bagi saya kalimat itu aneh; kenapa tak suka dipanggil Tante? aneh, saya laki-laki, saya ngeblog, dan saya blogger laki-laki, saya memanggil beberapa kerabat dekat saya dengan sebutan Tante (tante dengan makna yang benar, just to respect ndak lebih, dan tanpa embel-embel lain), dan mereka fine-fine saja, sama halnya ketika saya melihat perempuan dengan busana yang ‘mini’, dan saya berpikir ngeres, saya haqqul yakin, seyakin-yakinnya bukan perempuan itu yang harus menutupi tubuhnya, tapi sayalah yang mesti memperbaiki ‘mindset’ saya, tentang busana mini itu, begitu kan?

Lalu pertanyaan saya sekarang adalah apakah semua orang sudah sepakat mengartikan ” Tante ” sebagaimana Google mengartikannya?

temporer

Tapi semuanya kembali ke : orang beda-beda sih, ada yang nyaman dipanggil ini dan ada yang tidak nyaman dipanggil itu, ya sudahlah, just respect it as it is.

5 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s