De Ja Vu (1)

Standar

De Ja Vu? apa maksudnya? begini ceritanya kawan-kawan, semuanya berawal ketika segerombolan muda-mudi dari berbagai penjuru mata angin datang kembali menyapanya di kamis di beberapa pekan yang lalu, mereka bernyanyi (BE THE CHANGE), mengenalkan diri, bersantap bersama lelaki itu, oh ya lelaki itu membuatkan omelet — ah maksudnya telor dadar kan!- untuk pria vegetarian yang datang bersama rombongan itu, masih belum lekang dari ingatannya semua peristiwa yang membuatnya de ja vu itu, oh ya salah satu dari mereka ada yang mengenalkan diri:

“My name is Yue, I’m from China, I met Wazin, three years ago when he was in my city, Nanjing, when he WAS in this program.” Ah perempuan itu,  aku tak begitu mengenal perempuan itu dulu, ah siapa sangka kini dia kembali berada di Ciputat, kecamatan kecil di pinggiran kota Jakarta, dulu aku mengenal perempuan itu sebagai bumblebee yang mengantarkan sepasang muda-mudi yang berada dalam asmara terlarang menyusuri taman-taman dewi Kwan Im di kota Nanjing, mengayuh perahu menyusuri sungai Yang Tze, ya kaca mata merah yang dikenakan perempuan itu begitu khas, ya dialah perempuan dari kota itu, kota yang akan selalu kuiingat dengan ‘muslim noodle’ nya yang khas dan New Magazine Cafe di pinggiran Nanjing University. Welcome to my city: Zhang Yue, you paid my visit already🙂

Lagi lagi lagi De Ja Vu! bukan, bukan, bukan peristiwa semalam itu sama sekali bukan peringatan 4th June Candle Light Vigil di Victoria Park, ya ya ya aku tahu banyak sekali lilin-lilin yang dinyalakan, iya aku tahu kau datang ke sana bersama segerombolan kawan-kawan mu kan? tapi mereka sama sekali bukan Action for Life 3 team, dan tempatnya sama sekali bukan di Hongkong! ingat ini masih bilangan Sudirman-Thamrin, kamu di sana untuk memperingati: Jam Bumi (Earth Hour). Iya ketika lilin disuluh kamu pasti ingin bernyanyi: it’s better to light one candle than to curse the darkness, better to let its bright light, show where you stand, for its glow will melt the dark night, like the coming of a new dawn and hope will be born from that small flame in your hand (hey ingat ini bukan Action for Life anak muda!)

Dan setelah cahaya elektrik kembali menyala perlahan kami pun beranjak pergi meninggalkan taman kecil yang masih dipenuhi sisa lilin dan kaleng-kaleng bekas yang berserakan di taman kecil itu, tapi lelaki itu masih menoleh memandangi tempat itu; hey Wazeen, ini sama sekali bukan Victoria Park, iya iya iya aku tahu di tempat itu setelah seremoni 4th June Candle Light Vigil itu usai, orang-orang tak langsung beranjak pergi mereka masih membersihkan sisa-sisa lilin yang menetes di lantai dan sampah-sampah lainnya secara otomatis, tahulah Zeen ini beda, konteksnya beda, ingat ingat ingat saat ini kamu berada di J-A-K-A-R-T-A…bersambung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s