Surya dan Chandra

Standar

Akhirnya sang Surya mempersembahkan cincinnya pada sang Chandra di saat para Naga sedang berpesta pora di seluruh penjuru angin.

Sang Surya, sang pemberi cahaya itu, sang yang tak mengharapkan sesuatu untuk kembali, sang yang ADA hanya untuk memberi, menegaskan kembali kasihnya pada pasangan abadinya, pelengkapnya di kala pekat bumi menyelimuti; Chandra.

Chandra; pemantul cahaya Surya di kala malam mulai memekat, pemberi cahaya remang-remang sejuk, sang katalis embun malam yang memekarkan kembang mawar;

Kembang yang mengguratkan senyum singkat di kala terik diwangkara menyinari bumi, membakar setiap gelora dan hasrat, kembang yang menghadirkan sejuta tanya bagi mereka yang Lelah Menanti, kembang yang menghadirkan senyum tak lengkap bagi mereka Yang Tidak Menyukai Kesendirian. Kembang yang; sudahlah [ah sudahlah,kalau sudah ya sudah]

Bocah itu tahu, sang Surya-lah sejatinya yang memberikan cahaya pada sang Chandra, cahaya yang meneteskan embun pada kuncup kembang mawar, tapi bocah itu tahu sang Surya tak mungkin hadir di saat malam yang pekat, dan bocah itu sangat tahu eksistensi Sang Surya ada untuk memberi di setiap saat.

Bocah itu ingin menjadi Surya, yang selalu memberi dan memberi, dan tak pernah harap kembali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s