Detik-detik dan Tarian Jemari.

Standar

Tak tik tuk suara jemari yang menari itu membuat suara lengkingan bocah kecil itu makin menjadi, suara bocah kecil itu makin membuat lelaki itu gelisah di tengah tempat yang dia rasakan bukan lagi daratan, tapi di sebuah tempat yang membuat dunia maya dan segala pernak-perniknya tak lagi dapat mencandunya.

Tak tik tuk, suara itu terus menari membuat bocah kecil itu meronta-ronta menuntut sebuah pembebasan dan pembelaian. Dengan gamang dan gelisah lelaki terus berkata: sabar dan sabar pada bocah itu.

Sabar? Kau ingin aku sabar? Kau ingin aku selalu mengalah dan bersabar? Sabar?

Tak tik tuk suara jemari itu terus menari menggoda dan membuat bocah itu terus meronta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s