Another Mantra Script

Standar

Catatan kecil yang bermakna besar dari seorang teman ini begitu bermakna dan begitu membesarkan hati yang sedang galau, sederhana memang, tapi tulisan itu meletupkan cahaya lentera di tengah kegalauan ini.

photo-681

Aku tahu, memang semua ini begitu terlambat: semuanya datang di dua puluh enam, di mana usia dunia sudah mulai terasa menua anak manis itu datang kembali membawa high schoolish dream yang telah lama tertahan, rasa itu membuatnya kalut, ekstase, dan galau. Anak manis itu datang kembali padaku menagih sesuatu yang telah lama tertahan; obsesi sekaligus semangat dalam setiap nafasnya, sesuatu yang begitu klise dan purba, roh di setiap nafas: cinta.

Cinta; pernahkah kau membayangkan kawan? aku begitu kalut anak manis itu terus menerus meminta diriku mengeluarkan itu dari mulutku yang begitu kelu, setiap saat for God sake! Apa? mengucapkan cinta what the hell is that? Love is not hell my friend—, so far I feel NO ONE TEACHES ME how to do that, those who told me about it just the best actors! I don’t know how to do that.

Once upon a time: aku terus bertanya diriku, berusaha memahami diriku sendiri dan makin tak terpahami: now I’m in high schoolish romance in my 26th, installed with oedipus romantic love system —define ME NOW—, do I need to tell? Or Love just an action so we need to say nothing? I don’t know, let me recite my mantra again and again.

3 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s