Kenapa?

Standar

Kenapa? kamu lalu bertanya kenapa, kenapa aku menulis kata-kata itu: no friendship, no brotherhood; only You and Me, bukan, bukan dan sekali lagi bukan, aku tidak pernah bermaksud menegasikan kata-kata itu, aku tahu aku juga sangat memaknai kata ‘friendship dan brotherhood’ itu.

Tapi jujur kata-kata itu nampak begitu mengerikan bagiku, kata-kata itu bagaikan sindrom yang siap menerkam setiap saat dan bahkan membunuh, ya kata-kata itu bisa mencekik leherku dengan benang-benang sutera, atau menusuk tepat di dada dengan belati emas, begitu pedih kawan.

Ya kata-kata itu begitu mengerikan di saat makhluk-makhluk indah ciptaaanNya, atau eksistensi indah ciptaanNya mengucapkan kata-kata itu: “ya sudahlah kita berteman saja” atau “ah Wazin kau adalah adik/saudara kecilku saja”, whhhhhhhaaaaatt? ya di saat-saat seperti itulah kata-kata itu terasa begitu mengerikan dan membunuh.

Hari ini aku berkali-kali melantunkan mantra, mantra pemanggil kuasaNya, mantra yang menalangi hujan turun di hari minggu kemarin, semoga aku dihindarkan dari mendengar kata-kata itu lagi, ya, kata yang ingin kudengar adalah: “Wazin? Kamu serius? ” ya dan aku pun memulai prosesi menghapus bekas bibirnya di bibirmu dengan bibirku.

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s