Lelaki Yang Masih Percaya

Standar

Lelaki itu masih percaya, jika botol-botol bisu itu tak akan menyelesaikan gelisahnya, lelaki itu [masih] percaya jika asap-asap itu tak akan pernah bisa merapikan kesemrawutan komitmen dan keputusan-keputusannya, lelaki itu masih [percaya] kalau menulis dalam blog hanyalah ekstase kata dan rasa yang tak pernah berujung dan pengejawantahan rasa yang terus mendera.

Lelaki itu masih percaya jika bibir bukanlah satu-satunya penghilang gelisah, bibir hanyalah ekstase ragawi, tanpa sesuatu ia bukan apa-apa. Lelaki itu percaya jika belaian, rambut, mata melankolis dalam gelas hanyalah jalan bukan tujuan, tujuan ITU tetap ada di sana, IA akan tetap ADA meski tak pernah dituju. Lelaki itu sekali lagi masih mencoba untuk percaya jika belaian itu masih ADA untuknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s