Bulan 2

Standar

Lelaki itu – aku – kembali mencari bulannya, ah ternyata rembulan kini tak lagi tertusuk ilalang, tapi tertutup oleh bangunan loteng tua tempat lelaki itu tinggal di pinggiran kota Jakarta. Di tengah sunyi akhir pekan yang tanpa pesta lelaki itu masih sibuk menarikan jemarinya di atas benda elektronik berwarna putihnya itu, itulah sahabat setianya di akhir pekan itu.

Facebook: sign in, remember, yes, view friends -lelaki itu ingin berkata kata yang selain friend-, view profile, view pictures.

picture 1, picture 2, picture 3, picture 4, picture 5 dan seterusnya. Lelaki itu melihat sesuatu yang biasa saja, pose yang biasa, mata yang biasa dan senyum yang biasa, tapi sedap dipandang (quoted from MataCapung). Selanjutnya solilukui lagi.

Dalam solilukuinya lelaki itu melihat perempuan itu lagi, perempuan yang berjalan di dermaga bermandikan cahaya bulan -nampaknya dia merasa ekstase dengan cahaya bulan itu-, dan perempuan itu berkata pada lelaki itu “yakin?”, tanpa ragu lelaki itu menjawab ya, “mari kuhapus bekas bibirnya di bibirmu dengan bibirku” (dimodifikasi dari judul cerpen Hamsad Rangkuti). Lalu perempuan itu kembali tersenyum penuh tanya di dalam kotak elektronik putih buatan Paman Steve Jobs.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s