Bulan

Standar

Pernah beberapa tahun silam ketika aku masih di Madura, sebulan penuh listrik padam gara-gara kabel listrik bawah laut yang tersambung dari Jawa terputus disebabkan oleh jangkar kapal asing yang salah taut, lalu terputuslah listrik total, sebulan penuh.

Di saat itulah konon katanya terjadi baby booming -mirip yang terjadi di amerika sana-, dan masyarakat Madura mencari cahaya penerangan alternatif seperti lilin dan lampu teplok lainnya. Dan Bulan pun makin ditunggu kedatangannya di setiap pertengahan bulan, dan bahkan para pujangga Madura makin mengakrabi dan mengelus-elus bulan – memang entah mengapa kata bulan begitu akrab di kalangan pujangga Madura, salah satu contohnya adalah puisi terkenal Pak D.Zawawi Imron, “Bulan Tertusuk Ilalang”-, ada satu puisi yang masih aku ingat di saat itu, sebait entah siapa penulisnya, bunyinya begini “ketika listrik padam kita baru teringat Bulan”, kalimat itu terasa senyut sekali di dada, aku merasa setiap kali membaca puisi itu dada dan dahiku seakan ada yang mengelus, ya aku mengimpikan berjalan bermandikan cahaya tera'” bulan (terang bulan) di dekat pohon sawo atau di dermaga.

Aku pun sangat terobsesi dengan cahaya bulan, paduan antara hujan, November dan bulan Purnama bisa menghadirkan romantisme akut, dan membuat kamu terus berbicara tentang cinta yang kliyeng-kliyeng yang katanya dapat mengurangi nafsu makan itu (quoted from Hanny). Lagi, aku masih dengan akut berharap dan bermimpi suatu saat aku menemukan seseorang di pagar pembatas dermaga, bermandikan cahaya rembulan, berjalan dan berkata padaku sebuah kalimat eksotis yang pernah ditulis oleh Hamsad Rangkuti dalam cerpennya : “maukah kau menghapus bekas bibirnya di bibirku dengan bibirmu?” , saat itu aku hanya akan terdiam membisu diam memandangi matanya yang berkaca-kaca, lalu me…ah aku tak bisa melanjutkan ini kawan, aku hanya bisa mengingat syair bang haji roma irama, eee malam bulan purnama bermandikan cahaya….eee gimana masih mau terus? atau?

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s