Memaknai Rintik

Standar

Aha, bukankah kau juga menjelma menjadi rintik kata? rintik kata yang terus jatuh dari angkasa, membasahi setiap rongga jiwa, namun meski terus menetes ke dalam jiwa, aliran tetesmu akan selalu tersendat di rongga tenggorokaku, dan akhirnya warnamu akan berubah menjadi warna hijau limau.

Rintik makna itulah namamu, yang terus membasahiku dengan makna-makna aneh yang berat dan sulit kuterjemahkan dalam bunyi pita suaraku, tapi makna yang kau teteskan itu terus berputar dan berombak di relung palung hati, jauh di dasar jiwa sana membentuk konfiguarasi bunga galau, gelisah dan gamang.

Rintik makna namamu, wahai dedara dalam gelas kaca dan tatapan rumput ilalang -yang urung menusuk rembulan-. Akhirnya mulutku terlalu bisu untuk menerjemahkan makna aneh itu dalam suara, dan biarlah jari jemari ku yang menari di atas kibor yang menghantarkan dan menerjamahkan makna2 aneh itu.

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s