Pengen Ngomong

Standar

Bukankah kau badai kata-kata tak bersuku yang menghantam jiwa dan imaji? Kau yang menuntut dan memaksa rongga tenggorokan ini mengeluarkan fonem-fonem dan rangkaian alfabet belaka. Bukankah kau yang memaksaku menulis, memekik dan menggelisah? Ya kau yang memaksaku memaknai dan mengeksekusi setiap ‘ingin’ yang aku rasa? Ah kau, kali ini aku ingin diam, dan membiarkan rasa yang menggelora, dan mata yang menatap melalui gelas-gelas kaca, dan tangan yang terbuka, dan kuping yang terbuka.

Dan bagaimanapun juga aku masih pengen ngomong padamu dedara, tapi kata-kataku masih tak bersuku dan tak berfonem.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s