Suatu Malam di Akhir Pekan

Standar

Suatu malam di akhir pekan, kartu-kartu diaduk, dan permainan pun di mulai. Cemas di bagi rata kepada setiap pemain, dan eksistensi bernyanyi di setiap truf yang berada di dalam genggaman tangan. Dan insting terus berkumandang seraya mengingatkan diriku agar tak lengah sedikitpun dari permainan.

Aku tahu! jika aku mesti mendapatkan peran dalam kartu ini, aku harus menjadi joker, kartu yang tak ada pasangannya, kartu yang berbeda dengan kartu yang lainnya, dipakai sekali-kali hanya dalam permainan tertentu dan selebihnya terasing dalam sepi yang mecekam.

Waz! ayo mainkan kartunya!, ucapan teman saya itu menyentil lamunan saya, dan kartupun saya lemparkan dengan segenap gelisah saya, tentang “lembaran-lembaran yang membosankan”, tentang seorang blogger, tentang angka-angka, tentang hujan yang tak pernah membuat cucian kering, tentang “seribu panah arjuna”dan tentang…ah saya cuma saya cuma seorang joker di antara para raja dan ratu, ya joker yang dibutuhkan dan joker yang di lempar ke dalam keterasingan.

Lalu kalau kamu mesti menjadi kartu kamu mau jadi apa?

5 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s