Gerah

Standar

Saya gerah, saya gerah terpaku di sini. Saya tak habis merenungkan petualangan ke berbagai penjuru asia dalam beberapa tahun belakangan harus dibeli mahal dengan keterpakuan saya di kampus.

Saya gerah, asap roket supersonik terus mengepul dan membuat keringat dingin saya terus mengucur, sementara tumpukan kertas-kertas itu tak juga bertambah halamannya sementara di sisi lain boarding pass dari sisa perjalanan di tahun-tahun yang sudah lalu tertumpuk.

Ah kampusku makin panas saja, konsekuensi yah konsekuensi dari sebuah impian di masa kecil.

8 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s