Tukeran Link Yuk!

Standar

Ilham untuk menulis postingan ini datang beberapa menit yang lalu, ilham-nya datang setelah membuka blog beberapa dan seseorang blogger teman saya.

Tukeran Link! ya itulah kata-kata dummy yang sering saya ucapkan ketika masih secara culun ngeblog. Lalu setelah kini saya sampai di sebuah titik teraneh dalam kronologi ngeblog saya, saya merasakan sebuah keganjilan dalam kata-kata itu.

Perlukah kita bertukeran link blog?

Jika sudah ada link-link yang tak nampak yang sudah tertancap begitu dalam di benak kita? dan secara otomatis ketika jemari menyentuh kibor dalam hitungan sepersekian detik jemari kita melantunkan ketukan-ketukan penuh kasih, hasrat dan semangat menuju blog tujuan kita, dengan tanpa link.

Dan satu lagi berkunjung ke sebuah blog yang linknya cuma ada di imaji sungguh mengasikkan dan mengantarkan ke sebuah ekstase yang… ah

11 responses »

  1. ini masalah idealisme😛 sampe skarang ga ada tempat naruh link di sidebarku kecuali justru lint blog2 sendiri *ini namanya narsis bukan?*

    tapi pada akhirnya menyerah, ingatan tak lagi mamu menampung, dan jadilah memanfaatkan reader😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s