Jenggot

Standar

Beberapa menit yang lalu saya berkesempatan untuk mencukur kumis saya yang mulai tumbuh lebat, entah mengapa tiba-tiba saya tadi juga berkeinginan untuk memangkas jenggot saya yang dalam beberapa bulan ini menjadi sebuah ornamen unik di wajah saya, dan beberapa orang sudah ada yang mengidentikkan saya sebagai seorang pria yang berjenggot. Dan hari ini jenggot itu sudah saya pangkas.

Dan saya bukan lagi seorang pria berjenggot.

Robert, teman saya yang berasal dari Prancak, sebuah desa terpencil di pulau Madura sana, pernah bilang kalau salah seorang musisi terkenal punya jenggot mirip dengan jenggot, “Ah biasa aja, saya suka-suka saja dalam miara jenggot ini, dan ndak mau dimiripin dengan si tokoh a atau b”, begitu jawaban saya untuk mengklarifikasi jenggot yang saya miliki ini. Lalu dia berkata lagi pada saya: “Jangan-jangan jenggot kamu adalah jenggot ideologis?”,

Apa?!! jenggot ideologis?, ah ada-ada saja teman saya ini, tak pernah puas dengan satu jawaban, dan terus ngeyel dengan pernyataan-pernyataan yang memancing reaksi spontan saya.

Saya tidak mengerti apa itu jenggot ideologis,  tapi saya haqqul yakin jenggot saya dulu itu adalah jenggot suka-suka, seneng-senengan dan pastinya saya tidak memasang azimat apapun di jenggot saya itu. Sekarang muka saya sudah bersih dari jenggot itu, semoga ndak ada yang berpikir macam-macam lagi, dan pastinya dengan gaya baru saya bisa lebih hoki. Amin

*bleh, postingan ini mesti tertunda beberapa jam setelah Ciputat tak mendapat aliran listrik, dan saya pun merasakan kembali nuansa malam, merasakan kembali malam-malam klasik dengan lentera dan bulan sabit yang menerangi, terima kasih Om Edison, untuk listrik-nya*

11 responses »

  1. wah kejadian hampir sama, pas pulang keluarga pada heran..
    “leh arul berjenggot?” weh2…
    “emang napa, tumbuh diri koq” jawabku.
    hehehe padnagan orang2 itu ad 2 tentang jenggot, satu karena militan atau karena mau gaya🙂
    hehehe
    saya sih apa adanya, karena tumbuh apa adanya gitu🙂

  2. Ati-ati mas! kalo ketemu sama PJM bisa bahaya… halal poligami loh! dan ikhlas dipoligami.. hahahahahahaha…

    catatan: PJM itu pecinta jenggot melambai
    btw, saya juga ada jenggot tapi gak melambai.. hehehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s