Seruan-seruan magis untuk Ngeblog

Standar

Teman-teman saya pun sering bertanya, “ngapain lo sering ngenet?” , “Ngeblog” jawab saya secara sederhana

Jujur saya ogah-ogahan menjelaskan tetek bengek dan bla, bla-nya ngeblog (karena ngeblog buat saya adalah suka-suka, hobi, panggilan hati, mencurahkan hati, pelarian dari skripsi dan stress ketika ditelpon Aba dan Umi, adiksi, dan juga butuh momen-momen tertentu dan sentuhan magis para blogger pendahulu, dan rentetan alasan-alasan akademis dan non akademis lainnya) tapi jawaban saya itu ternyata justra memancing teman-teman untuk bertanya dan berguru lebih lanjut kepada saya, saya pun menjelaskan bla bla bla nya lebih lanjut, tapi belum sampai di situ, teman-teman saya masih terus ngeyel nanya apa sih manfaat ngeblog itu, jawaban yang paling sederhana adalah yah apa lagi kalau bukan adsense itu, dan juga bisa membuat kita sedikit lebih dikenal orang atau promosi sampah-sampah kompos yang ada di pikiran kita, dan akhirnya kesimpulan dari jawaban saya, yah intinya suka-suka lah, situ ndak usah mikirin mumet-mumet lah, oiya satu lagi tambahan dari saya mungkin juga situ bisa menemukan calon mertua situ di ranah blog, dan ndak usah bertapa ke puncak gunung untuk sekedar ngeblog, tapi cukup pergi ke New Delhi saja😀

Reaksi teman saya “wah hebat dong, bikinin dong” hadooh memangnya situ artis yang mesti dibikinin blognya?, setahu saya saya dulu ngeblog yah cuma suka-suka aja, dan itupun tidak sengaja, dan saya baru resmi mendapat wahyu blog setelah jungkir balik sana-sini dan melakukan tapa brata untuk dapat mengepakkan sayap malaysian airlines garuda saya menuju ruang-ruang kecil dan sudut terpencil gang yang bernama Okhla, di New Delhi, di dekat Jami’a Millia Islamiyya University, kampusnya om Shahrukh Khan itu, intinya mas ngeblog cukup niat dan ngenet saja, dan kemudian serahkan saja pada semesta internit internet untuk berkonspirasi mendukung semangat ngeblog situ, kalau saya mesti ke India, mungkin situ bisa lebih hebat, mungkin situ bisa nyari salah satunya di istana BHI, atau di mana sajalah tergantung konspirasi blogosfer.

Tapi teman-teman saya itu masih ngeyel, akhirnya meski mereka bukan artis, saya bikinin juga mereka blog di hosting gratisan macam blogspot dan wordpress, mulailah mereka satu dua kali posting blog, dan kemudian saya biarkan mereka melakukan improvisasi sendiri dengan blog-nya, tapi apa hasilnya? setelah beberapa bulan berlalu saya coba kunjungi kembali blog-blog mereka, tapi apa hasilnya? baik postingan dan lay out-nya masih tetap seperti yang saya bikinin itu, dan postingannya masih cuma posting basa-basi dan tegur sapa? dan ketika saya konfirmasi kembali ke mereka, jawaban mereka sangat sederhana: “Zen gw ndak bakat ngeblog, lo aja deh yang ngeblog”, bleh, ya itulah bagian dari suka duka menyebarkan semangat ngeblog. Dari peristiwa-peristiwa itu, saya iman ngeblog saya makin bertambah tebal, dan yakin bahwa ngeblog itu adalah sebuah gaya hidup baru untuk sebuah proses belajar menulis dan membaca, budaya yang masih perlu lebih ditingkatkan di tengah-tengah masyarakat kita (mengutip kata-kata mas Fatih Syuhud).

Di tengah iman yang makin bertambah itu, saya masih penasaran, bagaimana cara yang paling manjur untuk menyebarkan nafsu dan ghairah ngeblog itu? perlukah menjadi master-master dan pesohor-pesohor blog untuk mengkampenyakan ngeblog? seperti beliau, beliau, beliau dan beliauwati, haruskah punya duit meteran yang keluar dari blog untuk bisa kampanye ngeblog?

Akhirnya mas yang itu berkata pada saya:
Zeen, sudahlah berdoa sajalah dan biarkan teman-teman situ itu menemukan jalannya sendiri, itu yang paling bijak, dan kerjakan skripsimu nak!, Jakarta sudah makin tak bersahabat untuk mahasiswa-mahasiswa kadaluarsa, ke Jogja?, bukankah Jogja salah satu surga bagi mereka yang masih ingin berpetualang lebih lama? ah ndak mungkin mas, Ciputat telah memberi banyak ciuman-ciuman mesra dan membawa saya ke petualangan-petualangan aneh ke negeri antah berantah…saya cinta Ciputat mas, keringat saya telah banyak tumpah di sini, tapi keterasingan ini benar-benar membuat saya gelisah dan disorientasi mas. *saya pun dengan tertatih tatih menoleh kembali ketumpukan kertas-kertas yang telah lama terabai itu*…dan selamat mengerjakan [kembali]

*postingan ini didedikasikan untuk para penyeru-penyeru dan perayu-perayu ke jalan blog yang lurus dan berkelok-kelok, siapa saja, lintas suku, ras, adat, bahasa, semester, generasi, agama dan keyakinan, siapapun situ, situ adalah taretan-taretan hebat saya, guru-guru saya*

Taretan: saudara dan saudarawati.

9 responses »

  1. hahaha lucu dan menarik goresan Wazin kali ini.🙂
    sebenarnya bagi orang baru yg kurang minat, istilah ngeblog mungkin perlu disederhanakan dalam bahasa yg lebih mudah dimengerti mereka.

    sebagai contoh, klo blog dianggap terlalu asing, ganti bahasa yg lebih mudah, contoh, “menulis di internet” atau “memulis di website dg mudah dan gratis” dll.

    keep up the good spirit, wazin. ada arief (putra pak habib chirzin?) yg nyapa di shoutbox fatihsyuhud.com. mgkn dia salah satu “korban penularan” virus ngeblog wazin ya… hehe

  2. he? sayah?
    lha sayah jelas ndak punya duit meteran..
    duit ituh bagi sayah adalah bayangan.
    pagi entah kemana, siang ngilang, sore tambah rabun, malem baru keliatan kalo ada lampu..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s