The Conductors

Standar

Atas undangan teman baik saya yang satu ini, saya akhirnya berkesempatan untuk dateng ke acara rotaract semanggi di hotel shang ri la pekan ini, kali ini ada seorang sutradara terkenal yang menyutradarai film indie The Jak itu, namanya Andibachtiar Yusuf, gayanya sangat gaya sutradara jaman sekarang, elegan dan sedikit metroseksual.

Akhirnya bapak itu memulai kisahnya dengan memutar sebuah filmnya yang berjudul The Conductors, film yang berkisah tentang para konduktor di berbagai lapangan konser, mulai dari lapangan bola sampai konser klasik di auditorium-auditorium lux, cukup menyentuh cerita dari para konduktor itu membawakan irama dan mengharmonisasikan suara para pemainnya, semuanya nyaris sempurna. Cukup memukau, tapi ada yang sedikit menyentil saya di film itu, ungkapan dari konduktor supporter arema yang misuh salah satu klub di kota surabaya,  sebenarnya bagian itu oke-oke saja, tapi naluri green force saya berkata lain, akhirnya saya memtuskan untuk memilih diam, daripada saya komentar yang macem-macem.

Sudahlah lupakan tentang adegan memisuh itu…, lebih dari itu, pelajaran yang saya petik dari pertemuan singkat di rotaract tadi,  membikin film yang nendang mesti dibumbui dengan rempah-rempah yang memang benar-benar kita sukai dan hidupi, bapak itu memberikan contoh yang menurut menarik, film yang disutradarai oleh Nia Dinata, Ca Bau Kan dan Arisan!, Ca Bau Kan tidak terasa sentuhan lokalitasnya, beda dengan Arisan yang relatif alur ceritanya dihidupi oleh sang sutradara,  begitu kata bapak itu.

Terima kasih pak atas sharingnya.

Saya sama sekali sangat buta tentang film memilem, saya cuma penikmat film yang terjangkiti virus “ingin populer” (saya juga nggak mengerti kenapa, sungguh saya ingin terbebas dari penyakit yang satu ini).

4 responses »

  1. @yusuf, bang Yusuf, sampeyan akhirnya nyampe juga ke blog saya yang ini, saya cuma denger aja dari temen, kalau sutrdara jaman gayanya agak nyentrik dengan tampilan gondrong dan sejenisnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s