Agra Fort dan Tiga Permintaan

Standar

Pria itu menyeruput kopinya, imajinya membawanya ke sebuah kisahnya di negeri Hindustan, dua tahun silam.

Namaste, perjalanan pun dimulai.

Sudah, salah satu tujuh keajaiban dunia yang bernama Taj Mahal itu disentuhnya dengan sempurna!, sudah juga pria itu mendengarkan seluruh kisah-kisah roman, dan puisi-puisi cinta yang dilahirkan dari monumen perayaan cinta itu, tapi pria itu tetap merasakan suatu kesunyian yang amat sangat di tengah-tengah orang-orang asing yang berteriak histeris dengan penuh rasa syukur karena telah melihat monumen itu.

Semua orang-orang sibuk mengabadikan momen itu di kamera-kamera digitalnya, sementara pria itu tetap dia terpaku memandangi burung-burung dara yang berterbangan di antara kuil yang bernama Taj Mahal itu, “pria itu membatin, mungkinkah aku menangkap satu dara itu?”, hey man it’s time to get home, tomorrow we’ll go again to Agra Fort , aksen bahasa inggris paman sam itu memecah heningnya, ah sudah saatnya kembali ke motel, Shanti Lodge.

Esok pun tiba.

Agra Fort, cerita-cerita historis tentang benteng itu pun bersliweran, pria itu tak begitu menyukai perjalanannya diganggu oleh pemandu acara itu. Pria itu memutuskan untuk menjelajahi ruang-ruang bisu benteng itu sendiri, sementara teman-temannya memutuskan untuk tetap mendengarkan ocehan pemandu itu.

Makam Agung, makam ini konon adalah makamnya guru agung-nya Akbar the Great/Akbar-e-Azam (yang beristerikan tiga permaisuri yang memiliki latar belakang berbeda-beda,Muslim,Hindu, dan Roman Katolik), kali ini pria itu memutuskan untuk mendengarkan ocehan dari sang pemandu itu, “sebutkan tiga keinginan anda, lalu ikatlah seutas benang ini di pagar makam, maka harapan anda pasti terkabul, tapi ada satu syarat jangan pernah katakan tiga keinganan anda kepada siapapun sebelum keinginan itu terkabul”, benarkah?, pria itu membatin, kesepiannya dan kesendiriannya benar-benar mengundang pria itu untuk mempercayai ritual mistis itu, ia memutuskan untuk percaya!,seutas benang pun di tangan, ia pun melafalkan tiga keinganan itu, dan ia pun mengikatnya di sebuah sudut di pagar itu. Ia pun menyimpan rapat-rapat harapan dan keinginan itu, membiarkan harapan itu terpatri, dengan penuh harap, ia pun melangkah mantap dan beranjak menuju ke stasiun Agra, perjalanan ke Mumbai masih jauh, masih ada sekitar satu setengah hari lagi untuk sampai ke sana, pria itu pun memasuki kabin, dan kereta sleeper class pun meluncur seksi menuju Mumbai, dengan tiga permintaan itu.

Ahud danyaa vaat [terima kasih]

9 responses »

  1. Koreksi (berdasarkan buku yg aku baca)
    1. Shah Jahan itu istrinya hanya 1, yg istri terdahulunya udah dicerai semua
    2. Taj Mahal itu bukan kuil tetapi makam istri tercintanya Shah Jahan yaitu Arjumand Banu/Mumtaz I Mahal (kesultanan Mughal Agung itu kan Islam,masa Islam punya kuil ???)

    btw pernah ke India yha mas??
    btw juga ini ceritanya ttg perjalanannya siapa ?

  2. @Praditya,Adit saya ndak ngrasani siapa2๐Ÿ˜€๐Ÿ˜‰

    @tukangkopi,yang rukun dunk kakak-adek,๐Ÿ˜‰ iya dua tahun yang silam, okey saya lanjutin secara berseri, dulu waktu di sana saya kurang paham bener ngeblog, baru sekarang, jadi ceritanya baru sempet ditulis sekarang.

    @caplang,rahasia dunk, kalau disebutin bisa kualat gw…

    @hedi, iya mas ntar saya lanjutin, kisah yang itu pasti ada…

    @dodot,nggak bersambung mas cuma berantai๐Ÿ˜‰

    @pinkina, makasih mbak vivink atas koreksinya,sultan yang punya tiga istri itu ternyata Akbar the Great, bukan Shah Jahan, iya mbak saya pernah ke India beberapa hari yang lalu tepat tanggal 13 Januari genap dua tahun sudah perjalanan saya ke India, berawal dari India saya kenal dunia ngeblog.

  3. Mas, setahu saya, soal tempat akan dikabulkannya tiga permohonan itu bukan di Agra Fort, tapi di sebuah makam keramat yang dipercaya oleh orang-orang sebagai makam wali, yang letaknya di Fahtepur Sikri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s