Kompleksitas Paradoks

Standar

Ah semakin paradoks saja, suka menulis, tapi tak suka membaca, bisa mendengar tapi tak bisa mencerna.

Tapi bagaimanapun juga saya harus menulis (baca:menulis di blog, karena entah makin hari saya makin susah menulis dengan tinta), menulis adalah proses deparadoksisasi, menulis adalah proses menuju integrasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s