Mencari Wazeenisme

Ngeblog,Ngeksis,Ngilmu

It’s called FACEBOOK; namanya Fesbuk bung!

tinggalkan komentar »

Bertuturlah ia tentang sebuah jejaring pertemanan di dunia maya, dunia angka dan kata, dunia aneh yang hidup dalam kabel dan hawa-hawa abstrak [untuk Facebook dan Markie]

Lelaki itu masih kerap tak percaya ketika eksodus itu mulai terjadi, perlahan namun pasti, manusia-manusia dari masa lalunya mulai menyapanya di dunia maya, dunia-dunianya mulai berbenturan tak teratur di jejaring pertemanan maya itu.

Jejaring itu meretas batas dari sekedar bahasa pemrograman, dunia komputer, mesin, dan perangkat kasar teknologi lainnya, ia menyentuh sisi-sisi aneh, empuk yang bernama ego, ia mengangkat ego menyeruak ke permukaan dunia, membiarkan dunia menertawakan, menyentil, menyemangati dan melihatnya ada, jejaring facebook, aku menyebutnya buku muka!, entah apa yang ada di benak Markie ketika pertama kali hendak menuliskan aksara pertama dalam bahasa maya jejaring ini.

Jelas, kata kunci dari jejaring ini cuma satu: Relationship atau hubungan (meski kurang pas diterjemahkan), jejaring ini sangat sukses menerjemahkan makna terdalam dari kata itu ke dalam bahasa-bahasa maya yang unik, dan relationship-lah adalah roh dari mainan Markie ini.

Eh bukankah relationship adalah suara yang selalu mengomel di setiap langkah kita Zin? ,au’, mbuh, tak oning kauleh, I don’t know, tanyakan pada ahlinya!!!

Lelaki itu masih tak habis pikir dengan ‘orang-orang’ itu, orang-orang yang dulunya hanya sekedar bertutur kata ‘hi’, atau salaman penuh dengan basa-basi, tiba-tiba berkomentar dengan renyah dan akrab di setiap desahan dan aktifitas ego yang ia lakukan di jejaring mainan bikinan Markie itu. Ia pun masih tak habis pikir menyaksikan koleganya bermain-main dengan mainan maya itu, ya dulu lelaki itu tahu persis bagaimana mereka terbata-bata menyebut kata email, dan sekarang??? ah mungkin dunia yang sudah tua? atau memang sudah saatnya??? atau???

Dan lelaki itu pun berlari menuju ke horizon baru, mencari matahari di setiap fajar, mencari sesuatu yang aneh, dan berteriak: lalu apakah situ akan kommen di sini? atau sekedar menuliskan kata pertamax dan sejenisnya???

Here I am; don’t know me and don’t understand me! , and I will write EVERYTHING, because writing amuses me -even though, it’s only a junk words or sentences-, so don’t let me I am, because me is already I AM.

Written by Wazeen

Mei 1, 2009 at 6:10 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Meaningless

with 2 comments

Dalam hening,
dalam rindu,
dalam anu,
dalam
pesta

Sedalam-dalamnya
Selamat ulang tahun Bumi

(for my anxiety: I love you)

Written by Wazeen

April 22, 2009 at 4:40 am

Ditulis dalam Uncategorized

Happy Democracy Indonesia!!!

with one comment

Truth be told, my party is no longer there anymore – even though it seems that it’s there actually it’s not there anymore- and my true President is not there anymore, so tell me why I should vote? I have piles of work to deal tomorrow, so tell me why I should vote? However, as an Indonesian, I pray, and wish all the best for tomorrow’s general election, wish you all the best, and Happy Democracy Indonesia!!!

Written by Wazeen

April 8, 2009 at 2:46 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Handphone

with one comment

Tak ada gading yang tak retak, tak ada handphone yang tak pernah jatuh.

In memoriam my philips “pippo”, selamat jalan pippo! mari jadikan segalanya lebih baik.

Written by Wazeen

Maret 31, 2009 at 3:35 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Tagged with

De Ja Vu (1)

tinggalkan komentar »

De Ja Vu? apa maksudnya? begini ceritanya kawan-kawan, semuanya berawal ketika segerombolan muda-mudi dari berbagai penjuru mata angin datang kembali menyapanya di kamis di beberapa pekan yang lalu, mereka bernyanyi (BE THE CHANGE), mengenalkan diri, bersantap bersama lelaki itu, oh ya lelaki itu membuatkan omelet — ah maksudnya telor dadar kan!- untuk pria vegetarian yang datang bersama rombongan itu, masih belum lekang dari ingatannya semua peristiwa yang membuatnya de ja vu itu, oh ya salah satu dari mereka ada yang mengenalkan diri:

“My name is Yue, I’m from China, I met Wazin, three years ago when he was in my city, Nanjing, when he WAS in this program.” Ah perempuan itu,  aku tak begitu mengenal perempuan itu dulu, ah siapa sangka kini dia kembali berada di Ciputat, kecamatan kecil di pinggiran kota Jakarta, dulu aku mengenal perempuan itu sebagai bumblebee yang mengantarkan sepasang muda-mudi yang berada dalam asmara terlarang menyusuri taman-taman dewi Kwan Im di kota Nanjing, mengayuh perahu menyusuri sungai Yang Tze, ya kaca mata merah yang dikenakan perempuan itu begitu khas, ya dialah perempuan dari kota itu, kota yang akan selalu kuiingat dengan ‘muslim noodle’ nya yang khas dan New Magazine Cafe di pinggiran Nanjing University. Welcome to my city: Zhang Yue, you paid my visit already :)

Lagi lagi lagi De Ja Vu! bukan, bukan, bukan peristiwa semalam itu sama sekali bukan peringatan 4th June Candle Light Vigil di Victoria Park, ya ya ya aku tahu banyak sekali lilin-lilin yang dinyalakan, iya aku tahu kau datang ke sana bersama segerombolan kawan-kawan mu kan? tapi mereka sama sekali bukan Action for Life 3 team, dan tempatnya sama sekali bukan di Hongkong! ingat ini masih bilangan Sudirman-Thamrin, kamu di sana untuk memperingati: Jam Bumi (Earth Hour). Iya ketika lilin disuluh kamu pasti ingin bernyanyi: it’s better to light one candle than to curse the darkness, better to let its bright light, show where you stand, for its glow will melt the dark night, like the coming of a new dawn and hope will be born from that small flame in your hand (hey ingat ini bukan Action for Life anak muda!)

Dan setelah cahaya elektrik kembali menyala perlahan kami pun beranjak pergi meninggalkan taman kecil yang masih dipenuhi sisa lilin dan kaleng-kaleng bekas yang berserakan di taman kecil itu, tapi lelaki itu masih menoleh memandangi tempat itu; hey Wazeen, ini sama sekali bukan Victoria Park, iya iya iya aku tahu di tempat itu setelah seremoni 4th June Candle Light Vigil itu usai, orang-orang tak langsung beranjak pergi mereka masih membersihkan sisa-sisa lilin yang menetes di lantai dan sampah-sampah lainnya secara otomatis, tahulah Zeen ini beda, konteksnya beda, ingat ingat ingat saat ini kamu berada di J-A-K-A-R-T-A…bersambung.

Written by Wazeen

Maret 29, 2009 at 4:33 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Tiga Untuk Tiga Belas Jum’at Jawab dong.

with 2 comments

Pertanyaan:

1. Sama gak ya antara Jum’at Kliwon dan Friday 13th?

2.Apa Friday 13th selalu jatuh sebelum Valentine?

3.Trus kalau Friday 13th jatuh sebelum Valentine, lalu Jum’at Kliwon jatuh sebelum apa ya?

Jawaban: ?

Written by Wazeen

Februari 13, 2009 at 4:56 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Cari Pacar[lagi] ? Mau Kawin? Mau Nikah?

with one comment

That [old] lady asked that boy with that Indonesian [cliche] question, still, the boy is still confused, he doesn’t understand what she means by that question.

For him; having a girlfriend, marriage or such related words; is an expression of being alone and lonely, no more than that, if life’s enjoyable, full of fun, full of friends, God everywhere, why we still need ’such thing’ ?

Again that [old] lady asked that boy with a [cliche] Indonesian question: kamu kenapa diam saja? murung? lagi kasmaran?.

That boy is still quiet; confused.

Written by Wazeen

Februari 5, 2009 at 7:00 am

Ditulis dalam Uncategorized

Persembahan Untuk Buku Muka

with one comment

Saya bangun pagi ini, ngecek fesbuk, ada kabar si anu nulis di tembok nya si anu; hot gossip si anu udah nggak it’s complicated udah in relationship ternyata; eh ada juga si anu yang nulis “capek nunggu”, trus banyak deh kommennya penuh; eh iya si anu juga sudah nulis di tembok saya, katanya “maaf ya gw gag bisa dateng minggu ini” waduh nggak jadi deh; eh iya ada request lagi: siapa pula ini, namanya aneh: Santika Natalia Gayra, beuh, di accept atau di ignore aja ya? secara saya ndak kenal dia, cakep sih gambarnya, tapi ahhh sudahlah di ignore saja, dunia gak kiamat koq kalau saya ignore dia; Oiya giliran saya ahhh nulis status updates: “Pengen makan belut!” —geeeh pengen makan belut mesti ditulis di pesbuk segala, ke polsek sana!—, dan datanglah kommen-kommen aneh itu; saya gyaha ha ha tertawa ndak jelas.

Besok kalau kamu bangun apakah kamu akan mengecek fesbuk? mengupdate status? tertawa ndak jelas? ekstase?

Written by Wazeen

Februari 1, 2009 at 1:04 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Tagged with

Persembahan Untuk Buku Muka

with 2 comments

Saya bangun pagi ini, ngecek fesbuk, ada kabar si anu nulis di tembok nya si anu; hot gossip si anu udah nggak it’s complicated udah in relationship ternyata; eh ada juga si anu yang nulis “capek nunggu”, trus banyak deh kommennya penuh; eh iya si anu juga sudah nulis di tembok saya, katanya “maaf ya gw gag bisa dateng minggu ini” waduh nggak jadi deh; eh iya ada request lagi: siapa pula ini, namanya aneh: Santika Natalia Gayra, beuh, di accept atau di ignore aja ya? secara saya ndak kenal dia, cakep sih gambarnya, tapi ahhh sudahlah di ignore saja, dunia gak kiamat koq kalau saya ignore dia; Oiya giliran saya ahhh nulis status updates: “Pengen makan belut!” —geeeh pengen makan belut mesti ditulis di pesbuk segala, ke polsek sana!—, dan datanglah kommen-kommen aneh itu; saya gyaha ha ha tertawa ndak jelas.

Besok kalau kamu bangun apakah kamu akan mengecek fesbuk? mengupdate status? tertawa ndak jelas? ekstase?

Written by Wazeen

Februari 1, 2009 at 1:04 pm

Ditulis dalam Uncategorized

Tagged with

Surya dan Chandra

tinggalkan komentar »

Akhirnya sang Surya mempersembahkan cincinnya pada sang Chandra di saat para Naga sedang berpesta pora di seluruh penjuru angin.

Sang Surya, sang pemberi cahaya itu, sang yang tak mengharapkan sesuatu untuk kembali, sang yang ADA hanya untuk memberi, menegaskan kembali kasihnya pada pasangan abadinya, pelengkapnya di kala pekat bumi menyelimuti; Chandra.

Chandra; pemantul cahaya Surya di kala malam mulai memekat, pemberi cahaya remang-remang sejuk, sang katalis embun malam yang memekarkan kembang mawar;

Kembang yang mengguratkan senyum singkat di kala terik diwangkara menyinari bumi, membakar setiap gelora dan hasrat, kembang yang menghadirkan sejuta tanya bagi mereka yang Lelah Menanti, kembang yang menghadirkan senyum tak lengkap bagi mereka Yang Tidak Menyukai Kesendirian. Kembang yang; sudahlah [ah sudahlah,kalau sudah ya sudah]

Bocah itu tahu, sang Surya-lah sejatinya yang memberikan cahaya pada sang Chandra, cahaya yang meneteskan embun pada kuncup kembang mawar, tapi bocah itu tahu sang Surya tak mungkin hadir di saat malam yang pekat, dan bocah itu sangat tahu eksistensi Sang Surya ada untuk memberi di setiap saat.

Bocah itu ingin menjadi Surya, yang selalu memberi dan memberi, dan tak pernah harap kembali.

Written by Wazeen

Januari 26, 2009 at 5:08 pm

Ditulis dalam Uncategorized