Peletak Peletok Bunyi Fesbuk.
Mei 13, 2009
Ketika ikon warna merah di facebook menunjukkan angka-angka notifikasi profil kita, jiwa serasa dikelitiki? sebenarnya apa sih yang dikelitiki? Ego?
[mencoba untuk posting secara teratur di hari Senin dan Kamis]
Tante
Mei 8, 2009
Iseng-iseng saya jalan-jalan ngecek ke blog dagdigdug saya, lalu ngliat foto blogger terpilih yang mirip-mirip gaya khas tika banget yang menutup mulutnya dengan tangannya, lalu membacalah saya postingan itu, ya itu dia, blogger terpilihnya namanya Silly, satu hal yang menarik perhatian saya tulisan ini
Panggil saja dia Silly, tanpa embel-embel Tante bila Anda tak mau dipentung olehnya.
Bagi saya kalimat itu aneh; kenapa tak suka dipanggil Tante? aneh, saya laki-laki, saya ngeblog, dan saya blogger laki-laki, saya memanggil beberapa kerabat dekat saya dengan sebutan Tante (tante dengan makna yang benar, just to respect ndak lebih, dan tanpa embel-embel lain), dan mereka fine-fine saja, sama halnya ketika saya melihat perempuan dengan busana yang ‘mini’, dan saya berpikir ngeres, saya haqqul yakin, seyakin-yakinnya bukan perempuan itu yang harus menutupi tubuhnya, tapi sayalah yang mesti memperbaiki ‘mindset’ saya, tentang busana mini itu, begitu kan?
Lalu pertanyaan saya sekarang adalah apakah semua orang sudah sepakat mengartikan ” Tante ” sebagaimana Google mengartikannya?

Tapi semuanya kembali ke : orang beda-beda sih, ada yang nyaman dipanggil ini dan ada yang tidak nyaman dipanggil itu, ya sudahlah, just respect it as it is.
Nun mati bertemu Wow
Mei 8, 2009
Nun mati,
Bertemu WOW
Menjadi dengung
Mendengung; seperti lebah.
MU, Fanatisme dan Romeo & Juliet-nya Bang Ucup
Mei 6, 2009
Kalau kamu bertanya apa yang kerap kali membuat saya tidak telat solat subuh di kala fajar menjelang? Jawabnya cuma satu: Liga Champions! Manchester United VS bla bla bla
Lalu kalau kamu bertanya apa yang membuat saya otomatis terjaga di malam hari tanpa harus menyalakan alarm? Liga Champions dan Manchester United pastinya!
Lagi masih mau bertanya pada saya? apa yang membuat kamu begitu bersemangat dan bergairah? yeah gol-gol indah Ji Sung, CR 7, dan sorak sorai Mbah Fergie menyambut kemenangan United.
Lalu mana sisa emosi saya untuk PSSI dan klub lokal? ah lupakanlah, ah prestasi timnas masih begitu buram, tak ada yang bisa diharapkan, lalu klub lokal? Persebaya? bukankah kamu orang Jawa Timur seharusnya kamu Persebaya dong? tidak, saya ndak pernah ngefans pada klub Surabaya yang satu itu, saya lebih terikat secara emosional ke klub sekota-nya Mitra Surabaya (dulunya Niac Mitra), tapi entah kemana klub itu lenyap ditelan waktu, sekarang emosi saya datar-datar saja pada klub-klub lokal yang ada, even Persebaya, saya bukan benar-benar orang Jawa Timur, saya orang Madura!
Tentang Romeo & Juliet versi bola Indonesia.
Daripada sebuah ‘film’ film ini lebih nampak seperti sebuah dokumenter tentang potret buram sepakbola di Indonesia, fanatisme yang over (ya saya sangat mengerti tentang semangat yang menggebu-gebu yang lahir dari si kulit bundar yang disepak itu), film ini sepertinya mau mengatakan sesuatu; ini loh sepakbola Indonesia dan fanatisme orang-orangnya -hingga makian eksentrik khas ‘kebun binatang’ juga ada dan menampilkan daftar panjang korban dari fanatisme ini di akhir tayangan-, dan juga menggambarkan jika Indonesia adalah pasar yang sangat-sangat potensial untuk industri bola, again nampaknya Bang Ucup belum bisa menghilangkan kesan ‘film dokumenter’ dari film ini, menurut saya film ini kurang lebih memiliki pesan yang sama dari film-filmnya yang sebelumnya; kesan yang yang sangat saya tangkap dari film ini–terlebih karena ~uniknya~ada teks bahasa Inggrisnya– adalah : ini loh sepakbola Indonesia, Industri bola yang sangat potensial!
Lalu polesan romantika di film ini? Rangga dan Desi? ah it’s very poor, — terlebih untuk pria idaman seperti saya
— , sekedar untuk pemanis jalannya ‘film dokumenter’ ini, sekedar pemicu dan pemanis buatan agar kedua belah pihak (Jakmania dan Persib) lebih seru bertarungnya di luar lapangan, but however pesan yang sangat positif dari film ini adalah bahwa memang harus ada sebuah ‘extreme surgery’ –dan film ini serta peristiwa yang terjadi yang diakibatkan oleh film ini, hemat saya adalah salah satu dari proses itu– pada karakter dan seluruh elemen sepakbola di Indonesia, ya adegan-adegan yang begitu barbar di film itu bagi saya seolah mengatakan pesan itu.
Film ini subyektif? ya! agak the Jakmania sentris, bayangkan begitu beraninya seorang Rangga seorang diri berjalan menuju ke sarang Viking, waw begitu gagah! kalau yang beneran mungkin gak ya?
, ok however film ini so cool, two thumbs up untuk Bang Ucup, buat saya film ini dapet 2.5 bintang lah.
Lalu bagaimana dengan film bola selanjutnya? Garuda di dadaku? Let’s see then!
*Eh ada satu lagi yang sedikit ‘aneh’ bagi saya di film ini, Rangga yang pernah memakai kostum Liverpool entah kenapa tiba-tiba menyebutkan CR 7 ketika menggiring bola.
It’s called FACEBOOK; namanya Fesbuk bung!
Mei 1, 2009
Bertuturlah ia tentang sebuah jejaring pertemanan di dunia maya, dunia angka dan kata, dunia aneh yang hidup dalam kabel dan hawa-hawa abstrak [untuk Facebook dan Markie]
Lelaki itu masih kerap tak percaya ketika eksodus itu mulai terjadi, perlahan namun pasti, manusia-manusia dari masa lalunya mulai menyapanya di dunia maya, dunia-dunianya mulai berbenturan tak teratur di jejaring pertemanan maya itu.
Jejaring itu meretas batas dari sekedar bahasa pemrograman, dunia komputer, mesin, dan perangkat kasar teknologi lainnya, ia menyentuh sisi-sisi aneh, empuk yang bernama ego, ia mengangkat ego menyeruak ke permukaan dunia, membiarkan dunia menertawakan, menyentil, menyemangati dan melihatnya ada, jejaring facebook, aku menyebutnya buku muka!, entah apa yang ada di benak Markie ketika pertama kali hendak menuliskan aksara pertama dalam bahasa maya jejaring ini.
Eh bukankah relationship adalah suara yang selalu mengomel di setiap langkah kita Zin? ,au’, mbuh, tak oning kauleh, I don’t know, tanyakan pada ahlinya!!!
Lelaki itu masih tak habis pikir dengan ‘orang-orang’ itu, orang-orang yang dulunya hanya sekedar bertutur kata ‘hi’, atau salaman penuh dengan basa-basi, tiba-tiba berkomentar dengan renyah dan akrab di setiap desahan dan aktifitas ego yang ia lakukan di jejaring mainan bikinan Markie itu. Ia pun masih tak habis pikir menyaksikan koleganya bermain-main dengan mainan maya itu, ya dulu lelaki itu tahu persis bagaimana mereka terbata-bata menyebut kata email, dan sekarang??? ah mungkin dunia yang sudah tua? atau memang sudah saatnya??? atau???
Dan lelaki itu pun berlari menuju ke horizon baru, mencari matahari di setiap fajar, mencari sesuatu yang aneh, dan berteriak: lalu apakah situ akan kommen di sini? atau sekedar menuliskan kata pertamax dan sejenisnya???
Here I am; don’t know me and don’t understand me! , and I will write EVERYTHING, because writing amuses me -even though, it’s only a junk words or sentences-, so don’t let me I am, because me is already I AM.
Meaningless
April 22, 2009
Dalam hening,
dalam rindu,
dalam anu,
dalam
pesta
Sedalam-dalamnya
Selamat ulang tahun Bumi
(for my anxiety: I love you)
Happy Democracy Indonesia!!!
April 8, 2009
Truth be told, my party is no longer there anymore – even though it seems that it’s there actually it’s not there anymore- and my true President is not there anymore, so tell me why I should vote? I have piles of work to deal tomorrow, so tell me why I should vote? However, as an Indonesian, I pray, and wish all the best for tomorrow’s general election, wish you all the best, and Happy Democracy Indonesia!!!
Handphone
Maret 31, 2009
Tak ada gading yang tak retak, tak ada handphone yang tak pernah jatuh.
In memoriam my philips “pippo”, selamat jalan pippo! mari jadikan segalanya lebih baik.
De Ja Vu (1)
Maret 29, 2009
De Ja Vu? apa maksudnya? begini ceritanya kawan-kawan, semuanya berawal ketika segerombolan muda-mudi dari berbagai penjuru mata angin datang kembali menyapanya di kamis di beberapa pekan yang lalu, mereka bernyanyi (BE THE CHANGE), mengenalkan diri, bersantap bersama lelaki itu, oh ya lelaki itu membuatkan omelet — ah maksudnya telor dadar kan!- untuk pria vegetarian yang datang bersama rombongan itu, masih belum lekang dari ingatannya semua peristiwa yang membuatnya de ja vu itu, oh ya salah satu dari mereka ada yang mengenalkan diri:
“My name is Yue, I’m from China, I met Wazin, three years ago when he was in my city, Nanjing, when he WAS in this program.” Ah perempuan itu, aku tak begitu mengenal perempuan itu dulu, ah siapa sangka kini dia kembali berada di Ciputat, kecamatan kecil di pinggiran kota Jakarta, dulu aku mengenal perempuan itu sebagai bumblebee yang mengantarkan sepasang muda-mudi yang berada dalam asmara terlarang menyusuri taman-taman dewi Kwan Im di kota Nanjing, mengayuh perahu menyusuri sungai Yang Tze, ya kaca mata merah yang dikenakan perempuan itu begitu khas, ya dialah perempuan dari kota itu, kota yang akan selalu kuiingat dengan ‘muslim noodle’ nya yang khas dan New Magazine Cafe di pinggiran Nanjing University. Welcome to my city: Zhang Yue, you paid my visit already
Lagi lagi lagi De Ja Vu! bukan, bukan, bukan peristiwa semalam itu sama sekali bukan peringatan 4th June Candle Light Vigil di Victoria Park, ya ya ya aku tahu banyak sekali lilin-lilin yang dinyalakan, iya aku tahu kau datang ke sana bersama segerombolan kawan-kawan mu kan? tapi mereka sama sekali bukan Action for Life 3 team, dan tempatnya sama sekali bukan di Hongkong! ingat ini masih bilangan Sudirman-Thamrin, kamu di sana untuk memperingati: Jam Bumi (Earth Hour). Iya ketika lilin disuluh kamu pasti ingin bernyanyi: it’s better to light one candle than to curse the darkness, better to let its bright light, show where you stand, for its glow will melt the dark night, like the coming of a new dawn and hope will be born from that small flame in your hand (hey ingat ini bukan Action for Life anak muda!)
Dan setelah cahaya elektrik kembali menyala perlahan kami pun beranjak pergi meninggalkan taman kecil yang masih dipenuhi sisa lilin dan kaleng-kaleng bekas yang berserakan di taman kecil itu, tapi lelaki itu masih menoleh memandangi tempat itu; hey Wazeen, ini sama sekali bukan Victoria Park, iya iya iya aku tahu di tempat itu setelah seremoni 4th June Candle Light Vigil itu usai, orang-orang tak langsung beranjak pergi mereka masih membersihkan sisa-sisa lilin yang menetes di lantai dan sampah-sampah lainnya secara otomatis, tahulah Zeen ini beda, konteksnya beda, ingat ingat ingat saat ini kamu berada di J-A-K-A-R-T-A…bersambung.
Tiga Untuk Tiga Belas Jum’at Jawab dong.
Februari 13, 2009
Pertanyaan:
1. Sama gak ya antara Jum’at Kliwon dan Friday 13th?
2.Apa Friday 13th selalu jatuh sebelum Valentine?
3.Trus kalau Friday 13th jatuh sebelum Valentine, lalu Jum’at Kliwon jatuh sebelum apa ya?
Jawaban: ?