Kota yang hening sejenak

September 15, 2009

Persis! kota ini terlihat begitu indah ketika mengosong, ketika para penghuninya mulai menyerentak keluar dari dalamnya.

Lalu lintas busway yang melaju kencang di jalanan lengang, motor yang melaju begitu kencang di jalanan terbuka, ibu-ibu tua berkerudung penduduk pribumi yang mengomel di jalanan dan langit yang seolah terbuka lebar untuk sejuta harapan dan rencana.

Kebisingan itu seolah beranjak pergi untuk sementara, membiarkan kota ini untuk mengheningkan cipta sejenak, bercanda dan membelai mesra dengan para penduduk lokal yang telah lama ia abaikan.

Di hari yang suci itu, kota yang angkuh itu terdengar seolah berkata aku milikmu di hari ini! tapi tidak di hari yang lain, dan ia pun di hari itu seolah bersolek dengan hening, membuka jalan, membuka setiap jendela yang telah lama ia tutup dengan bising asap. Segar. Hening. Senyap dan Takbir!

Dan lagu Kina Grannis yang sekar-sekar basah melengung di telinga lelaki itu, “Stay Just a Little”.

6 Responses to “Kota yang hening sejenak”

  1. hedi Says:

    ya…mari kita sambut Jakarta yang lebih manusiawi sejenak :D


  2. esok jakarta kembali semerawut dan kejam… sayang aku belum cukup menikmati :(

  3. taufik adam Says:

    terima kasih sudah berkunjung .. tetap semangat dan tetap berkarya ya :wink:


  4. Salam kenal kembali… Nganu… numpang jalan2 sekaligus kenalan… oya dah gabung di Blogger UIN Jakarta lom… da forumnya juga…

  5. christine Says:

    hai jugaaaaa!
    gimana kabar? jarang update blog nih sekarang ya..sibuk kah?


Leave a Reply