Kopdar Pertama
Januari 7, 2008
Kopdar : kopi darat alias ngopi di daratan, bukan di lautan atau di udara, tapi bagaimanapun juga ini cuma istilah yang dipake buat orang-orang yang ketemu di daratan, setelah pertemuan mereka di kabel-kabel tilpun selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, istilah ini saya dengar pertama kali dari kawan-kawan sepermainan saya nun jauh di desa kecil yang bernama Guluk-Guluk, di kabupaten Sumenep Madura, istilah ini kerap kali dipakai oleh kawan saya yang suka kontek (Radio Handy-Talkie), biasanya dari kopdar ini teman-teman saya itu mendapatkan teman-teman baru atau bahkan jodoh.
Atas informasi dari seorang kawan, saya akhirnya dapat memuaskan rasa penasaran saya pada makhluk yang namanya kopdar itu, pada hari minggu tanggal 6 Januari 2008 menjadi hari bersejarah bagi saya, di tengah-tengah byar-pet-nya listerik Senayan City, saya akhirnya bisa menyibak tabir rahasia kopdar itu: Kopdar Pertama ![ mirip judul sebuah pilem].
Kopi Darat selalu membawa sensasi-sensasi impulsif yang sulit digambarkan, betapa tidak, bagi saya yang masih perlu banyak belajar ini, bertemu seseorang maupun orang-orang yang keluar dari kabel tetap merupakan hal yang luar biasa, betapa tidak dan betapapun iya, sangat sulit saya membayangkan bagaimana seseorang yang hanya saya kenal lewat layar monitor berukuran 14 inch ini, tiba menjelma menjadi makhluk-makhluk nyata nan cantik dan rupawan — ya inilah saya sebut sensasi impulsif saya.
Saya sangat berterima kasih untuk kawan-kawan yang telah membuat semua ini menjadi nyata:
Terima untuk: Gusti Allah SWT, Papanya Evan (cepat sembuh ya mas), Mas Praditya (terima kasih sudah menyambungkan saya ke temen2), Kang Herry (Untuk mekbuknya), Arif (teman saya, dia belum bisa dateng, tapi dia sukarela meminjamkan t-shirtnya buat saya
) , Suprie (untuk laptopnya juga), Nazieb (membarengi saya pulang), Reza (untuk senyum sumringahnya),mas Moerz (untuk senyum sumringahnya juga) Caplang (untuk tutorial ngeblognya), Chika (hormat saya untuk Ratu Kopdar), Yudis (dengan senyum sumringahnya) Arief dan Rizma (yang juga menyemarakkan kopdar pertama saya), Mbak Hanna (yang telah berbaik hari mendelegasikan kopdaran dengan saya melalui tiga potong fried chicken, terima kasih mbak, saya pengen ketemu mbak), dan juga untuk semua! you rock guys!
Laporan berbahasa Inggrisnya bisa dilihat di sini
Januari 7, 2008 at 12:54 pm
eh…punya wordpress juga?
kok ga bilang-bilang sih..
ah sekalian! pertamax dulu!!
Januari 7, 2008 at 12:56 pm
waduh! tampaknya komen saya ketelen akismet..
Januari 7, 2008 at 2:45 pm
pertamax aja disini,
Soalnya dah komen di yang satunya,
Salam,
Januari 8, 2008 at 1:24 am
Komen disini aja ah..
Oohh.. Ternyata kopdar itu kopi darat toh.. baru tau
Januari 8, 2008 at 5:27 am
[...] – Hidup Segan Mati Tak Mau… ◊ Nazieb – Kopdark ◊ Wazeen – Where’s The Coffee? | Kopdar Pertama ◊ Moerz – KOPDAResource : Gelap hujan tetep [...]
Januari 8, 2008 at 11:30 am
@cK, dulu belum pede make wp, tapi sekarang udah siap dilaunching ke dunia perbloggeran
, akismet ndak kok commentnya mbak chika aman-aman aja
@rumahkayubekas, makasih kang atas kunjungannya.
@Nazieb, iya kopdar itu ngopi di daratan, kalau kolut, kopi di laut
Januari 8, 2008 at 11:56 am
Aha mata nih dah repot…
Kirain kirain teh pertamax, taunya dah ada yg duluan,
Ya udah dorong aja dorong,
keabisan pertamax oiii
Januari 8, 2008 at 4:20 pm
jadi pengen nangis, gak bisa ikut. makasih Om. Nih papa evan sudah sembuh.
Januari 8, 2008 at 10:15 pm
[...] ceritanya sih sama cK, Adit, Nazieb, Wazeen, WazeenLagi, [...]
Januari 8, 2008 at 10:55 pm
Lha, ada WP ternyata…
Januari 8, 2008 at 10:56 pm
Btw, pake WP aja..
Lebih enak..
Januari 9, 2008 at 12:41 am
[...] ceritanya sih sama cK, Adit, Nazieb, Wazeen, WazeenLagi, [...]
Januari 9, 2008 at 11:13 pm
[...] blogger di awal tahun ini —– ceritanya ada di sini: Herry, cK, Adit, Nazieb, Wazeen, WazeenLagi, Moerz ———, merupakan langkah positif untuk menjalin tali silaturahmi (walopun [...]
Januari 10, 2008 at 5:32 am
lah?? situ dapet 3 potong ayam bro???
Januari 11, 2008 at 10:41 pm
punten, nama saya pake e, jadi Arief bukan Arif.